Awas! Ini Risiko Nekat Bangun Rumah di Lahan Bekas Sawah!

Rumah adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Bagi pasangan suami-istri baru, tentu mereka memahami pentingnya memiliki rumah sendiri. Tren selera rumah pribadi kini pun dipengaruhi oleh rutinitas pasangan suami-istri yang dua-duanya bekerja, sehingga mereka lebih memilih rumah yang simple dan minimalis. Hal ini mendorong banyaknya penawaran rumah baru yang minimalis dan dibanderol dengan harga terjangkau. Sebagian besar, rumah tersebut dibangun dalam bentuk perumahan cluster dan biasanya perumahan ini dibangun di atas lahan kosong yang besar sehingga membentuk town house.

Sebelum Anda tergiur untuk membeli salah satunya, akan lebih baik jika Anda melakukan peninjauan terhadap lokasi. Ini juga termasuk bertanya pada warga sekitar terkait proses pembuatan. Jangan sampai, rumah yang akan Anda beli ini dibangun secara terburu-buru oleh pihak developer di atas lahan bekas sawah yang tergolong masih gembur. Lahan bekas sawah sebenarnya bisa digunakan sebagai lahan untuk bangunan asalkan sudah dipadatkan lebih dulu.

Apa risiko membangun rumah di atas lahan bekas sawah yang tergolong masih bertanah gembur? Pondasi rumah menjadi tidak kuat. Inilah yang menjadi risiko berakibat fatal yang mungkin terjadi. Pondasi yang dibangun di tanah gembur cenderung lebih mudah bergeser karena tekstur tanahnya sendiri bukan tanah padat. Pada efek ringan, ini bisa membuat dinding bangunan menjadi retak dan agak masuk. Sedangkan pada efek terberat, kondisi ini bisa membuat bangunan berpotensi roboh sewaktu-waktu. Tentunya ini bukan hal yang diharapkan oleh setiap pemilik rumah baru.

Baca Juga  #LunarFestival2022 : Pertunjukkan Barongsai dan Selamat Tahun Baru China

Alternatif yang sering digunakan oleh orang yang harus segera membangun bangunan di atas lahan gembur ini adalah mengeruk tanah yang gembur yang ditimbun dengan tanah baru yang bertekstur lebih padat dan keras. Ini pun tak bisa segera dibangun karena harus menunggu hingga berbulan-bulan untuk memastikan bahwa tanah di lahan tersebut sudah cukup padat untuk dibangun pondasi dan bangunan di atasnya. Semakin tinggi bangunan yang hendak didirikan, harus semakin kuatlah lahan tersebut karena itu artinya semakin dalam juga pondasi yang harus dibuat.

Yang kembali menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika kita harus segera membangun rumah atau bangunan lain di atas lahan tersebut? Ini tentunya menjadi suatu hal yang berbahaya jika dilakukan tanpa perhitungan dan pertimbangan yang matang. Meskipun begitu, bukan berarti hal ini tidak bisa dilakukan. Biasanya, jika kondisinya mendesak, tahap membangun pondasi untuk bangunan ini dilakukan dengan metode bore pile. Sistem ini adalah membangun pondasi dengan pengeboran tanah menggunakan mesin mini crane yang kemudian diisi dengan besi tulangan dan dicor beton. Tentunya pemilihan bahan bangunan ini harus yang terbaik mengingat pondasi ini harus betul-betul kuat menahan beban di atasnya.

Sistem bore pile biasanya digunakan untuk kondisi darurat seperti harus segera membangun di atas lahan bekas sawah (tanah yang tidak terlalu keras dan padat) atau di pemukiman padat penduduk. Sistem ini punya beberapa kelebihan seperti dapat menembus bebatuan hingga tidak terdapat risiko kenaikan muka tanah. Akan tetapi, kelemahan dari sistem ini juga perlu diperhatikan, seperti tergantung pada kondisi cuaca, tidak bisa dilakukan pada tanah yang mengandung terlalu banyak air, sampai kemungkinan runtuh ketika tidak dilakukan pencegahan selama pemasangan.

Baca Juga  Qhomemart Peduli dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19

Demikianlah informasi yang bisa kami sajikan terkait dengan risiko membangun rumah atau bangunan lain di atas lahan gembur bekas persawahan. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi dan pertimbangan bagi Anda yang sedang berminat menggunakan lahan bekas sawah sebagai area untuk dibangun suatu bangunan tertentu.

Rate this post

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Konsultasi Gratis Disini